Cara Menanam Sawi

Salah satu sayuran yang paling banyak digemari warga Indonesia adalah sawi. Rasanya yang gurih dan cocok diolah menjadi segala jenis masakan. Selain itu, juga kaya akan gizi yang baik untuk kesehatan tubuh manusia. Bahkan di Korea sawi menjadi makanan pendamping pokok yakni kimchi.

Cara Menanam Sawi Dengan Benar

Sawi tergolong jenis tanaman yang mudah untuk dibudidayakan, bahkan di rumah sekalipun Anda bisa menanamnya. Hal ini dikarenakan tumbuhan ini memang mudah beradaptasi hampir semua daerah, baik dataran tinggi maupun dataran rendah. Berikut ini adalah langkah-langkah menanam dengan benar:

Tentukan Lokasi yang Tepat

Walaupun sawi bisa tumbuh pada semua jenis tempat, namun tetap saja harus memilih lokasi tanah yang bagus dan bisa gampang diakses agar mempermudah saat perawatan. Pastikan tanah tersebut dalam keadaan subur dan gembur.

Anda juga bisa mencoba menanamnya di rumah saja. Cukup dengan polybag sejenis kertas plastik hitam untuk menanam tanaman, atau langsung di pot saja. Kedua cara ini super praktis dan tidak membutuhkan keterampilan khusus. Cukup perhatikan jenis kompos yang nantinya akan diberikan pada tanaman sawi. Selanjutnya adalah perawatan bibit.

Proses Tanam Bibit dan Penyemaian

Saat penanaman bibit usahakan untuk memberikan pelindung seperti plastik yang diletakkan di atas dengan lubang udara kecil. Gunanya adalah agar sawi tidak terlalu banyak terpapar sinar matahari. Setelah melewati masa pertumbuhan barulah bisa terkena sinar matahari maksimal 13 jam per hari.

Perawatan sawi tidak terlalu rumit, cukup dengan memperhatikan  proses pemupukan dan penyemaian saja dan selalu memantau masa pertumbuhan. Hal penting yang harus dicatat disini adalah saat bibit sda berubah menjadi tunas dan mulai dilakukan pemindahan, namun lakukanlah dengan hati-hati.

Cara Perawatan Sawi

Sawi tidak dirawat saja sebenarnya tetap bisa tumbuh namun tidak maksimal. Oleh karena itu Anda hanya perlu memastikan sawi mendapatkan penyiraman yang cukup. Karena merupakan tanaman yang harus tumbuh di karakteristik tanah basah. Jangan lupa lakukan itu secara rutin. Sampai saat ini varietas tanaman sawi masih menjadi idola bagi masyarakat Indonesia. Untuk itu menanam sawi bisa juga dijadikan hobi yang menghasilkan.

Sumber: https://www.kebun.co.id/

Manfaat Jaat (CIPIR)

Saudaraku pembaca yang kami banggakan. Kali ini kami ingin berbagi pengetahuan tentang rahasiah jaat. Aduh bingung ya? Apa itu jaat?? Ya barangkali ada diantara para pembaca yang tidak tau nama “Jaat”. Baiklah kami beri tau kalau begitu; jaat itu sering menyebutnya “cipir, atau kecipir”. Ada apa di balik rahasiah jaat? baca penjelasan kami di bawah ini.

Manfaat Jaat (CIPIR)

Jaat ini adalah tumbuhan yang merambat semacam kacang panjang, berdaun lebat dan subur. Daunnya juga hampir mirip-mirip saja dengan kacang panjang, akan tapi buahnya jauh berbeda kalau dibandingkan dengan kacang panjang.

Jaat buahnya segi empat agak panjang. Buah jaat ini kalau masih muda mentahnya juga enak banget buat coel sambel lalapan. Dan bukankah enaknya juga kalau dibuat sayuran dengan bermacam cara olahannya, tinggal tergantung pada seleranya  masing-masing. Terus manfaat apa lagi sih yang tersimpan di dalam jaat ini?, O ya tentu ada banyak rahasia yang tersimpan pada manfaat jaat. Kami akan sampaikan sebagiannya saja pada lembaran ini.

Manfaat Jaat buat awet muda

Jaat atau kecipir ini kaya vitamin A dan vitamin C. Dengan adanya kedua vitamin ini tentu kita semua memahami manfaat vitamin A dan C tersebut yaitu ia bertindak untuk antioksidan yang bisa mencegah ciri-ciri dari penuaan dini semisal garis halus dan keriput pada kulit.

Menjaga Kesehatan Kulit

Sudah tentu setiap kita punya keinginan dengan Antioksidan yang tinggi yang terdapat pada jaat atau kecipir. Kandungan ini baik sekali buat menjaga pertumbuhan serta kesehatan kulit, sebab antioksidan ini bisa melindungi kulit dari radikal bebas yang berbahaya pada kulit.

Jaat bisa Membantu Pencernaan

Jaat ini mengandung gula fruktosa, sukrosa, laktosa, glukosa,  galaktosa, dan maltosa. Pada beberapa kandungan gula tersebut itu amat penting sekali buat pertumbuhan bakteri probiotik pada usus yang dapat membantu pencernaan makanan. Barangkali hanya ini yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat buat pembaca meski uraian ini sangat singkat.

Kunjungi juga di : https://www.tanam.co.id/