Jenis Bahan Kemasan Makanan

Elemen penting dalam pembelian makanan adalah pengemasan dan wadah. Oleh sebab itu semakin hari akan semakin mudah ditemukan berbagai jenis kemasan makanan. Nah, apa saja kelebihan dan kekurangan kemasan yang bisa anda pilih?

Bahan Plastik

Plastik menjadi bahan yang cukup umum digunakan karena memiliki sifat yang ringan serta memiliki biaya yang rendah sehingga bisa menghemat production cost dalam sebuah makanan. Nah, biasanya jika anda memilih untuk menggunakan plastik sebagai bahan dasar kemasan makanan nantinya akan lebih mudah untuk ditangani serta dibuka.

Salah satu bahan biodegradable yang bisa dipilih dalam plastik adalah Selulosa, nah bahan ini hingga saat ini menjadi pilihan karena berbentuk film transparan yang memungkinkan produk permen serta kue bisa “bernapas” hal ini juga bertujuan untuk menghindari kemungkinan deformasi dari sebuah produk. 

Selain bahan selulosa, bahan lain dari plastik yang cukup sering digunakan untuk kemasan makanan adalah bahan poliamida. Bahan ini sering digunakan untuk mengemas seafood atau bahan makanan yang lain misalnya sayuran, daging beku atau olahan yang lain. 

Kertas, Kayu dan Kardus

Nah, semakin hari kesadaran masyarakat untuk tidak mencemari lingkungan menjadi salah satu alasan kenapa makin banyak kemasan makanan yang terbuat dari kardus, kayu serta kertas. Kertas merupakan bahan yang cukup ringan dan bisa dicetak dengan kemampuan yang cukup baik. Meskipun demikian tentu saja kertas memiliki kekurangan misalnya jauh lebih mudah sensitif terhadap kelembaban. Oleh karena itu biasanya orang – orang akan menggunakan bahan campuran misalnya plastik atau paraffin.

Perbedaan kertas dan karton terletak pada karton terdiri atas beberapa lapis kertas. Karton juga memiliki lapisan yang jauh lebih tebal, lebih keras serta lebih tahan dibandingkan kertas. Oleh karena itu hingga saat ini karton masih sering digunakan. Namun, karena adanya isu – isu terhadap lingkungan membuat orang – orang memutuskan untuk mendaur ulang serta menggunakan kertas daur ulang untuk kebutuhan kemasan makanan. Meskipun demikian harus memenuhi kriteria penting dalam pembuatan kemasan makanan.