mengatasi gangguan seksual

Beli Cialis di Apotik untuk Atasi Gangguan Seksual Pria

Banyak orang meragukan obat kuat khusus pria yang dijual di apotik. Padahal sebenarnya obat-obat seperti ini lebih aman digunakan dan bekerja efektif membantu mengatasi masalah seksual pria. Seperti halnya Cialis di apotik yang merupakan obat tadalafil, yaitu obat yang membantu mempertahankan ereksi dan mengobati impotensi.

Bagaimana sebenarnya efektivitas Cialis yang bisa ditemukan di apotek ini, dan apa saja efek samping yang bisa dihasilkan dari mengkonsumsi obat kuat pria ini?

Beberapa Jenis Obat Kuat di Apotik

Ada beberapa tipe obat yang dijual di apotik untuk mengatasi masalah gangguan seksual pada pria. Obat-obat ini masuk dalam golongan phosphodiesterase type 5 (PDE5) yang bekerja merangsang aliran darah masuk kedalam penis.

Beberapa obat kuat yang dijual dalam apotek tersebut adalah sebagai berikut:

  • Sildenafil Citrate

Obat ini sebenarnya sudah lama berada di apotek dan menjadi obat yang kontroversial. Obat yang digunakan untuk disfungsi ereksi seksual ini akan mengendurkan otot dinding pembuluh darah di bagian tubuh.

  • Tadalafil

Obat jenis ini digunakan untuk disfungsi ereksi, ejakulasi dini, dan impotensi. Obat ini dapat meningkatkan aliran darah menuju penis sehingga membuat rangsangan seksual akan berfungsi maksimal.

  • Avanafil

Obat ini akan meningkatkan alirah darah ke penis ketika terjadi stimulasi seksual. Adanya peningkatan aliran darah ini akan memicu ereksi. Namun, obat ini tidak bisa menyembuhkan disfungsi ereksi maupun meningkatkan gairah seksual.

  • Alprostadil

Obat ini bisa dibeli hanya dengan resep dokter. Karena bentuknya adalah injeksi, obat ini akan dimasukkan ke saluran kencing. Obat ini mampu melebarkan pembuluh darah yang akan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh.

mengatasi gangguan seksual

Efektivitas Penggunaan Cialis

Cialis di apotik merupakan obat berbentuk kapsul yang mengandung zat aktif tadalafil. Dalam setiap kapsulnya berisi 10 mg yang bisa dibeli hanya dengan resep dari dokter. Karena obat ini tergolong obat keras yang harus disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Obat ini digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi pada pria. Tadalafil yang ada dalam Cialis membuat aliran darah menuju penis meningkat. Selain disfungsi ereksi juga mengobati ejakulasi dini dan impotensi.

Cara penggunaannya adalah dengan meminumnya 30 menit sebelum melakukan aktivitas seksual. 

Efek Samping pada Cialis

Selain memberikan manfaat dalam mengatasi gangguan seksual Cialis juga bisa menimbulkan efek samping. Beberapa gejala yang biasa ditemui pada pengguna Cialis mulai dari sakit kepala, pusing, gangguan pada perut (gejala dispepsia) nyeri punggung, kulit kemerahan, hidung tersumbat, hingga penglihatan kabur.

Beberapa obat kuat yang ada di apotik sebenarnya berpengaruh pada peredaran darah di seluruh tubuh, tidak hanya pada bagian penis saja. Bahkan pada beberapa kondisi tertentu bisa berbahaya, seperti ketika sedang mengkonsumsi obat lain yang bisa bereaksi dengan Cialis ini.

Salah satu jenis obat seperti alpha blockers yang digunakan untuk perawatan prostat akan menimbulkan efek samping berbahaya. Obat ini jika digunakan bersamaan dengan Cialis malah akan menurunkan tekanan darah, dan mengganggu fungsi jantung.

Bagi yang memiliki kondisi tubuh tertentu juga harus berhati-hati. Terutama yang memiliki riwayat stroke, serangan jantung, hingga masalah ritme jantung. Paling tidak ketika mengkonsumsi Cialis harus berjarak lebih dari enam bulan dari gangguan-gangguan tersebut.

Karena itulah meski telah mendapatkan resep dari dokter dalam mengkonsumsi obat ini, tetap saja harus berhati-hati. Anda harus rajin konsultasi kepada dokter hingga gangguan seksual yang dimiliki benar-benar bisa terobati.

Itulah Cialis di apotik yang bisa digunakan untuk mengatasi gangguan seksual pada pria. Seperti yang dilasir dari https://www.deherba.com/pilihan-obat-kuat-di-apotik-yang-terbukti-dan-aman.html, Konsultasi dan resep dari dokter harus dipenuhi terlebih dahulu untuk menghindari berbagai efek samping yang berbahaya bagi tubuh.