Mewujudkan Pemaknaan Iman Kepada Malaikat Allah

iman kepada malaikat

Salah satu kabar yang datang dari Al-Quran merupakan kabar baik untuk mengenal sifat-sifat malaikat. Perilaku mengimani malaikat harus tumbuh ketika seseorang telah mengenal nama maupun sifat mereka. Iman kepada malaikan merupakan salah satu dari rukun iman.

 

Malaikat Sebagai Makhluk Allah

Suatu ketika, malaikat pernah bertanya kepada-Nya ketika hendak menciptakan manusia. “Apakah Engkau akan menciptakan makhluk yang bisanya merusak dan menumpahkan darah, sedangkan kami bertasbih dan memuji?”

Malaikat itu mendapatkan jawaban dari pada-Nya. “Aku lebih mengetahui apa yang kamu tidak ketahui.” (Q.S.al Baqarah/2 : 30).

Allah telah bercakap-cakap dengan malaikatnya. Artinya, malaikat sudah ada sebelum manusia diciptakan. Malaikat adalah makhluk yang memang ada dan harus ikut diimani sebagai penuntun, serta iman yang baik di dalam diri. 

Malaikat juga merupakan makhluk ciptaan-Nya, sama seperti manusia atau makhluk di bumi. Allah telah menciptakannya dengan berbagai keadaan dan bentuk. Misalnya, ada malaikat yang besar dan mempunyai sayap. 

“Kepunyaan-Nyalah segala yang ada di langit dan bumi. Malaikat yang ada di sisinya, mereka tidak memiliki rasa angkuh untuk menyembahnya dan tiada pula merasa (letih).” (Q.s. Al Anbiya:19)

Malaikat merupakan makhluk yang akan selalu taat. Mereka tidak lagi memiliki rasa angkuh atau malu untuk menyembah-Nya. Letih pun tidak akan dirasakan karena mereka harus terus bertanggung jawab untuk pekerjaannya. 

Malaikat diciptakan dengan cahaya ilahi (nur Allah). Allah akan mengutus mereka dengan masing-masing tanggung jawab untuk memelihara bumi beserta isinya. 

iman kepada malaikat

Sifat dan Perilaku Malaikat 

 

  1. Malaikat merupakan wujud lain dari kehendak Allah. Untuk itu, mereka harus patuh dan taat, serta tidak berbuat maksiat atas tugas yang telah diberikan. Suatu hari, Malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad SAW sebagai seorang kawan yang dipanggil Dihyah al-Kalbi. Pernah juga menampakkan diri sebagai sahabat dari Arab Badui. Malaikat juga bisa tampak sebagai wujud yang lain.
     
  2. Meski tidak seperti manusia yang harus memenuhi kebutuhan jasmani, malaikat selalu ada dan melindungi setiap umat manusia. Mereka tidak pula mengeluh dan merasa lelah ketika taat pada perintah-Nya.
     
  3. Malaikat biasanya mengikuti majelis dzikir dan ikut berdoa bagi setiap umat yang setia menunggu atau duduk untuk menjalankan sholat berjamaah.

 

Perbedaan Malaikat, Jin dan Manusia 

Dikutip dari bintangtrainer.com, Jin maupun malaikat tidak dapat dilihat oleh kebanyakan manusia yang merupakan makhluk kasat mata. Namun, ketiganya hidup dalam alam dan jalannya masing-masing. Ketiganya sama-sama makhluk ciptaan-Nya dan memiliki beberapa perbedaan. 

Malaikat diciptakan dari cahaya, jin tercipta karena api, dan manusia berasal dari tanah. Malaikat juga berbeda dari manusia dan jin karena dalam kehendak-Nya, mereka akan selalu taat. Pikirannya akan selalu jernih dan lurus, serta dalam tanggung jawabnya tidak disinggung oleh yang namanya hawa nafsu. 

 

Nama dan Perilaku Mengimani Malaikat

  1. Wahyu dari Yang Kuasa akan tiba kepada nabi maupun rasul melalui Malaikat Jibril. Manusia harus selalu mencari dan hanya memohon hidayah kepada Allah. Selalu mencari dan menerima banyak asupan ilmu sebagai wujud syukur.
     
  2. Malaikat Mikail memiliki tanggung jawab untuk mengurus bumi, lebih tepatnya mengatur hujan dan awan, meniupkan angin, dan melimpahkan rezeki. Untuk itu, manusia harus selalu berusaha dan mencari rezeki lewat jalan yang benar.
     
  3. Meniup sangkakala ketika akhir zaman atau hari kebangkitan tiba, inilah tugas Malaikat Israfil. Allah akan melindungi manusia dari segala marabahaya dan mengenyahkan ketakutan akan musibah dan hari kiamat.
     
  4. Malaikat Izrail bertugas untuk mencabut nyawa manusia, jin, dan iblis. Manusia harus selalu berbuat baik dan siap menghadapi kematian. Malaikat Munkar dan Nakir akan datang dan bertanya di dalam kubur. Amal baik manusia akan dicatat oleh Malaikat Raqib dan amal buruk oleh Malaikat Atid. Mereka telah ditugaskan dengan masing-masing tanggung jawab. Timbangan untuk amal baik harus lebih berat. Berhati-hati dalam segala perbuatan dan ucapan, serta memohon kepada Allah supaya terhindar dari siksa kubur.
     
  5. Menjaga pintu neraka adalah tugasnya Malaikat Malik atau bisa disebut Malaikat Zabaniyah, sedangkan surga akan ditugaskan oleh Malaikat Ridwan. Manusia harus percaya dan memohon kepada-Nya supaya diberikan kemudahan untuk masuk surga dengan aman.

 

Makna dari mengimani malaikat adalah mengimani penjelasan dari Allah dan rasul tentang malaikat. Hanya dengan berbuat baik dan beriman, niscaya segala keterpurukan dan ketakutan tidak akan pernah menimpa kamu yang selalu percaya.